skip to Main Content
Jl. Bubutan 127 - 135 Surabaya +62811 3115 8000 info@kencanindonesia.co.id

Kesalahan yang Membuat Rangka Atap Baja Ringan Ambruk

Penggunaan rangka atap baja ringan dapat dikatakan semakin populer dalam beberapa tahun ini. Tidak hanya pabrik dan bangunan besar lain, kini pengembang perumahan pun mulai memilih baja ringan. Salah satu alasannya karena harga kayu semakin mahal, sedangkan kualitasnya semakin menurun.

Sayangnya, kepopuleran material bangunan ini tidak sejalan dengan teknik pemasangannya yang benar. Sering kali ditemukan kesalahan yang dinilai sepele, padahal dapat membuat rangka baja ringan ambruk.

Sebelum kejadian kurang menyenangkan itu terjadi, ada beberapa kesalahan yang perlu dihindari agar konstruksi baja ringan tidak ambruk. Di antaranya sebagai berikut.

Teknik Pemasangan

Diketahui, pemasangan atap baja ringan merupakan sistem kesatuan meskipun terdiri dari beberapa elemen. Jadi bukan merupakan bagian yang berdiri sendiri.

Itulah mengapa, pembuatan gambar kerja dan perhitungan kekuatan beban perlu diperhatikan sebelum pemasangan rangka baja ringan. Sebab, jika terdapat satu bagian saja yang kurang tepat dalam pemasangannya, maka struktur yang lain akan lemah.

Dudukan Rangka Terlalu Miring

Kesalahan lain yang dapat meningkatkan risiko rangka atap baja ringan ambruk adalah dudukan rangka yang terlalu miring.

Saat dudukan rangka terlalu miring, kekuatan tekan pada baja pun menjadi kurang seimbang. Semakin lama, faktor ini akan memengarungi konstruksi dan dapat membuat atap ambruk atau jatuh.

Pemilihan Baja Ringan

Tidak jarang sebagian orang lebih memperhitungkan harga baja ringan daripada kualitas. Kebanyakan dari mereka pun cenderung memilih material dengan harga murah tanpa mencari tahu tentang mutunya.

Padahal, risiko kerusakan, kurang awet, bahkan keselamatan penghuni bangunan semakin meningkat saat memilih baja ringan dengan kualitas abal-abal. Terutama jika digunakan untuk rangka atap, baja ringan dengan mutu rendah memungkinkan untuk mudah ambruk.

Pemilihan Penutup Atap

Mungkin masih banyak orang yang menilai bahwa rangka atap baja ringan dapat menopang semua jenis genteng, termasuk yang terbuat dari tanah liat.

Kenyataannya, anggapan ini salah. Belajar dari peristiwa ambruknya atap RSUD Ciamis pada Oktober 2020 lalu, konstruksi baja ringan kurang cocok dipasangkan dengan genteng tanah liat.

Dimana awalnya baja ringan dirancang untuk penutup atap yang ringan seperti genteng metal atau genteng metal berpasir. Bukan genteng tanah liat yang beratnya dapat mencapai 1,8 sampai 3 kilogram persatuannya.

Namun jika memang ingin memaksa, gunakan rangka baja ringan dengan tebal 1 mm atau 0,75 mm full, dengan syarat tidak ada lekukan.

Sebab, menurut seorang ahli bangunan dalam kanal YouTube-nya, Fajar Daily, ketika hujan lebat, tekanan pada genteng akan bertambah. Hal inilah yang membuat atap mudah ambruk, terlebih jika ada lekukan.

Itulah beberapa kesalahan yang dapat membuat rangka atap baja ringan ambruk. Setelah mengatahuinya, jangan lupa untuk menghindarinya.

Back To Top
×Close search
Search