skip to Main Content
Jl. Bubutan 127 - 135 Surabaya +62811 3115 8000 info@kencanindonesia.co.id
Rangka Atap Baja Ringan

Pentingnya SNI pada Produk Baja Ringan, Awas Jangan Salah Pilih!

Produk baja ringan dalam beberapa tahun ini bisa dibilang menjadi primadona di dunia konstruksi. Bahkan keberadaannya seolah menggeser penggunaan kayu yang telah digunakan sejak dulu untuk pembangunan.

Berbagai merek baja ringan pun menjamur di pasaran dengan kualitas yang bervariasi, mulai dari produk ber-SNI hingga abal-abal.

Dalam hal ini, keberadaan baja ringan abal-abal akan merugikan penggunanya dan meningkatkan risiko bangunan roboh.

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa produk abal-abal akan tetap berbaur dengan baja ringan yang telah ber-SNI.

Terlebih jika masih tidak ada tindakan tegas dari pemerintah dan masyarakat belum teredukasi tentang pentingnya menggunakan baja ringan ber-SNI.

Mengenal SNI yang Bukan Sekadar Label

Memasuki era perdagangan bebas seperti saat ini, memungkinkan barang dan jasa dapat masuk ke semua negara dengan mudah, termasuk baja ringan.

Sehingga, standardisasi produk sangat penting dalam perdangan global. Kebijakan untuk memperketatnya pun perlu dilakukan, mengingat banyak ditemukan baja ringan abal-abal.

Adapun standardisasi ini akan berfungsi sebagai jembatan antara kepentingan konsumen dan pelaku usaha/produsen. Standar yang tepat akan membantu memenuhi kepentingan tersebut.

Sebaliknya, produk yang tidak memenuhi syarat mutu tersebut dapat menimbulkan kerugian pada konsumen. Terlebih pada baja ringan yang menyangkut keselamatan.

Karenanya, memasuki era pasar bebas, dibutuhkan kesiapan produk domestik. Dimana untuk melindungi produk lokal agar dapat bersaing dari serbuan produk impor adalah salah satunya dengan diberlakukannya Standar Nasional Indonesia (SNI).

SNI pada Baja Ringan

Saat ini memang telah berlaku SNI untuk baja ringan, yaitu SNI 4096:2007 (SNI Baja lembaran dan gulungan lapis paduan aluminium-seng/ bahan baku) dan SNI 8399:2017 (SNI profil rangka baja ringan).

Sayangnya, tak sedikit masyarakat yang masih awam. Dimana ribuan merek baja ringan mungkin telah mengantongi SNI bahan baku, tetapi ketika belum ber-SNI profil yang lapisannya (coating) minimum AZ 100 dan tebal setidaknya 0,65mm.

Padahal, SNI profil juga penting, terutama jika produk baja ringan diaplikasikan untuk rangka atap. Sebab, hal ini berkaitan dengan keselamatan penghuni bangunan.

Asumsinya, massa lapis (coating) yang terlalu tipis cepat berkarat. Sementara rangka kuda kuda kekuatannya hanya pada ketebalan dan coating. Ketika keduanya tidak dipertimbangkan, risiko atap ambruk akan semakin tinggi.

Produk Baja Ringan ber-SNI Dapat Mencegah Risiko Bangunan Ambruk?

Peristiwa konstruksi atap baja ringan ambruk sudah terjadi untuk kesekian kali, salah satunya di SDN Gentong, Pasuruan, Jawa Timur pada 2019 lalu. Tidak heran jika karena kejadian ini, ada rasa khawatir konsumen menggunakan baja ringan.

Lalu, muncul juga pertanyaan, apakah baja ringan abal-abal dan tidak ber-SNI adalah satu-satunya pemicu terjadi atap roboh?

Menjawab pertanyaan ini, sebenarnya ada banyak faktor yang menyebabkan atap ambruk. Seperti pada pemilihan bahan baku dan produk jadi, faktor manusia (aplikator baja ringan), hingga penghitungan yang kurang tepat mengingat pemasangan baja ringan berbeda dengan kayu.

Apa Solusinya?

Pertama, harga baja ringan memang perlu dipertimbangkan. Namun bukan sekadar anggaran yang mampu disiapkan, tetapi juga jangan mudah tertipu dengan banderol yang terlalu murah di batas kewajaran.

Selain melihat label SNI yang tertera di produk, tetap minta sertifikasi produk untuk membuktikan keaslian standar tersebut.

Lebih dari itu, cari produk yang sudah terpercaya, seperti produk KENCANA® yang didistribusikan oleh PT Kencana Maju Bersama (KMB).

Sebab bukan hanya kualitasnya yang telah terjamin. Salah satu merek baja ringan SNI ini juga telah menerapkan sistem penghitungan menggunakan software struktur kuda kuda yang sudah diakui oleh HAKI (Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia).***

Back To Top