skip to Main Content
Jl. Bubutan 127 - 135 Surabaya +62811 3115 8000 info@kencanindonesia.co.id
Tukang Vs Aplikator Baja Ringan

Tukang vs Aplikator Baja Ringan, Awas Jangan Salah Pilih Kalau Tak Ingin Atap Ambruk

Aplikator baja ringan adalah profesi yang memiliki peran cukup penting di dunia konstruksi baja ringan. Bahkan kokohnya struktur baja ringan bisa dibilang juga tergantung dari pekerjaan para aplikator.

Namun, sering kali profesi ini dianggap sama seperti tukang. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Bukan hanya dari segi penyebutannya saja. Ada beberapa sejumlah perbedaan antara aplikator dan tukang. Apa saja?

Perbedaan Tukang dan Aplikator Baja Ringan

 Seiring dengan masifnya penggunaan baja ringan, maka jasa pemasangan material ini seperti tukang dan aplikator semakin banyak dicari.

Terkait hal tersebut, penting memahami apa perbedaan tukang dan aplikator, serta mana yang lebih baik di antara keduanya.

Singkatnya, seorang aplikator baja ringan adalah mereka yang memiliki keahlian dan keterampilan dalam pemasangan rangka baja ringan. Sementara tukang merupakan seseorang yang juga memiliki kemampuan, tetapi dalam pekerjaan proyek secara umum.

Selain itu, aplikator lebih memperhatikan kelengkapan alat pelindung diri. Dimana mereka biasanya mengenakan safety shoes (pelindung kaki), safety vest, sarung tangan, serta helm keselamatan. Sedangkan kebanyakan tukang tidak menggunakan alat perlindungan diri.

Faktor Pencegah Atap Ambruk Selain Peran Aplikator

Seperti diketahui, aplikator bukan satu-satunya faktor yang dapat mencegah atap bangunan dengan konstruksi baja ringan tak mudah roboh. Beberapa hal ini juga turut memengaruhi.

Teknik Pemasangan

Pemasangan rangka atap baja ringan merupakan sistem kesatuan dan tidak berdiri sendiri. Karenanya, pembuatan gambar kerja dan perhitungan kekuatan beban perlu diperhatikan sebelum memasang rangka baja ringan.

Sebab, satu bagian saja yang kurang tepat dalam pemasangannya, maka stuktur lain ikut lemah dan berisiko ambruk.

Pemasangan Kuda Kuda Baja Ringan

Ikut andil dalam menopang penutup atap, pemasangan kuda kuda baja ringan harus sesuai agar atap tak mudah ambruk.

Namun, jarak pemasangan antar kuda kuda tergantung dari jenis penutup yang digunakan, jarak bentangan, serta beban lain yang ditopang atap.

Semakin berat bobot yang ditahan, maka seharusnya jarak kuda kuda semakin pendek. Jika tak ingin memperpendek jarak, maka sebaiknya menggunakan rangka baja ringan yang lebih tebal.

Selain itu, dapat juga memakai jenis penutup atap dengan ukuran profil luas tapi kokoh seperti atap berbahan BjLAS.

Profil baja ringan yang digunakan untuk rangka atap pun harus satu jenis atau satu produk (merek). Hal ini karena setiap produk baja ringan umumnya memiliki kualitas serta kekuatan berbeda.

Ketentuan Dudukan Kuda Kuda Baja Ringan

Dalam pemasangannya, posisi bottom kuda kuda seharusnya menumpu atau menempel langsung pada ring balok untuk mencegah atap ambruk.

Artinya, penggunaan dudukan dilarang saat memasang kuda kuda rangka atap baja ringan. Karena jika tidak, kekuatan tekannya menjadi kurang seimbang dan semakin lama, hal ini juga memengaruhi konstruksi atap.

Pemilihan Material Baja Ringan

Tidak jarang, sebagian orang lebih tergiur dengan harga baja ringan murah dibandingkan kualitas material yang dipakai. Padahal risiko kerusakan, ketahanan hingga keselamatan penghuni akan meningkat jika memilih sembarang material.

Itulah kenapa, pemilihan baja ringan dengan mutu dan kualitas terjamin perlu dilakukan. Seperti produk KENCANA® yang telah menggunakan Baja Lapis Aluminium Seng (BjLAS) berkualitas dan ber-SNI. Bahkan karena menggunakan material AZ 100, baja ringan KENCANA® juga telah dilengkapi dengan garansi.

***

Pada dasarnya, aplikator baja ringan berperan penting dalam membuat atap baja ringan tidak mudah ambruk. Namun perlu diingat, profesi ini tidak sama seperti tukang yang merupakan memang memiliki kemampuan dalam proyek, tetapi secara umum.

Selain itu, atap baja ringan yang kokoh juga bukan hanya tergantung dari peran aplikator. Beberapa faktor seperti teknik pemasangan hingga pemakaian material berkualitas juga berpengaruh.

Back To Top