skip to Main Content
Jl. Bubutan 127 - 135 Surabaya +62811 3115 8000 info@kencanindonesia.co.id
Ilustrasi Atap Baja Ringan Petir

Apakah Atap Baja Ringan Aman dari Petir?

‘Baja ringan apakah aman dari petir’ menjadi salah satu pertanyaan yang cukup sering muncul. Terlebih, baja ringan termasuk logam. Di mana logam bersifat konduktor (dapat menghantarkan panas dan aliran listrik).

Itulah kenapa, muncul kecurigaan bahwa bangunan yang menggunakan atap baja ringan akan mudah tersambar petir. Namun, benarkah demikian?

Fakta Sambaran Petir pada Bangunan, Atap Baja Ringan Aman?

Terdapat 4 jenis sambaran petir, yaitu Intra Cloud (IG), Cloud-to-Cloud (CC), Cloud to Air (CA), dan Cloud to Ground (CG). Namun tipe CG yang merupakan pelepasan muatan dari awan ke bumi, paling berkaitan dengan kehidupan dan properti.

Sementara itu, dikutip dai BDC Network, lokasi yang tepat untuk petir menyambar tergantung geografi dan topografi, serta pergerakan badai. Saat siap menyambar, petir akan mencari atap logam yang menjadi konduktor.

Namun, ada asumsi salah tentang topik bahwa logam akan mempermudah sambaran petir, mirip penangkal petir. Padahal sebenarnya penangkal petir bukan menarik petir. Sebaliknya, penangkal petir menyalurkan petir ke tanah dengan aman jika kebetulan petir menyambar bangunan.

Ilustrasi Sambaran Petir
Ilustrasi Sambaran Petir (dok. Pexels.com @andiravsanjani)

Terkait hal tersebut, petir tipe CG memang dilepaskan ke bumi, namun tetap harus melalui perantara seperti pohon dan bangunan. Tapi sebenarnya gedung tinggi lah yang memudahkan petir untuk menyambar, karena pendeknya jarak tempuh di udara.

Maksudnya, petir yang muncul akan mencari konduktor terbaik yang jaraknya dari awan paling dekat, seperti gedung tinggi.

Sedangkan penutup atap maupun rangka baja ringan dari bangunan bukan faktor utama apakah petir mudah menyambar atau sebaliknya.

Baca juga: Kamus KENCANA: Apa Itu Kanal C, Reng, dan Hollow Baja Ringan?

Bangunan Paling Berisiko Tersambar Petir

Seperti diketahui, listrik mudah melewati konduktor yang baik, contohnya seperti tembaga atau baja ringan daripada kayu atau beton yang merupakan konduktor terburuk.

Terkait hal tersebut, konduktor yang buruk memiliki banyak hambatan listrik, yang mengubah sebagian energi listrik petir menjadi panas. Hasilnya, kebakaran atau ledakan terjadi.

Sebaliknya, konstruksi bangunan logam dengan atap baja ringan, akan memberikan jalur pada guntur untuk menyalurkan muatannya ke bumi. Bangunan tersebut pun akan bertahan dari sambaran petir dan kerusakannya lebih sedikit.

***

Jadi, dapat disimpulkan bahwa atap baja ringan aman dari petir atau tidak tergantung dari letak bangunan serta faktor lain seperti pergerakan badai.

Dalam hal ini dapat digarisbawahi bahwa atap baja ringan bukannya malah menarik guntur untuk menyambar bangunan. Sebaliknya, material ini mengurangi bahaya dari sambaran petir, misalnya seperti terbakar karena baja ringan tidak merambatkan api.

Meski begitu, tidak ada salahnya untuk memperkecil risiko sambaran petir. Seperti dengan memasang penangkal petir, memastikan konstruksi rangka atap baja ringan sesuai prosedur keamanan, dan menjauhkan barang-barang yang sifatnya mudah terbakar dari rumah.

This Post Has 0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top