skip to Main Content
Jl. Bubutan 127 - 135 Surabaya +62811 3115 8000 info@kencanindonesia.co.id
Rangka Baja Ringan Feat Genteng Tanah Liat

Rangka Baja Ringan feat Atap Genteng Tanah Liat, Apakah Cocok?

Rangka baja ringan belakangan menjadi salah satu material yang populer digunakan, terutama untuk konstruksi atap bangunan.

Namun di balik ketenarannya itu, ada rasa khawatir saat memadukan baja ringan dengan penutup atap dari tanah liat. Bukan tanpa asalan, hal ini karena bobot rangka lebih ringan dibandingkan dengan genteng tanah liat.

Sehingga dikhawatirkan atap ambruk sewaktu-waktu, terutama saat hujan lebat. Seperti peristiwa yang terjadi pertengahan Juli 2022 lalu. Di mana atap bangunan ruang kelas dan ruang guru Sekolah Dasar (SDN) 01 Puspahiang di Tasikmalaya ambruk. Menurut berita yang dimuat dalam laman Pikiran Rakyat, material atap tersebut berupa genting tanah liat dan rangka atap baja ringan.

Berkaca dari peristiwa itu, idealnya apakah genteng tanah liat bisa dipasangkan dengan rangka baja ringan? Berikut faktor-faktor yang penting dipahami, sebelum memutuskan untuk menggunakan penutup atap dari tanah liat untuk konstruksi baja ringan atau material lainnya.

Ukuran Ketebalan Material

Ukuran dimensi ketebalan rangka untuk masing-masing jenis penutup atap tidak sama dan biasanya disesuaikan dengan bobot material atap tersebut.

Berat material penutup atap bisa dikatakan berbanding lurus dengan ketebalan rangka. Artinya, semakin besar bobot genteng, maka rangka yang digunakan juga seharusnya semakin tebal, begitu pula sebaliknya.

Genteng Tanah Liat
Genteng Tanah Liat (dok. Unsplash.com @dcashbaugh)

Umumnya, ukuran baja ringan untuk konstruksi atap memiliki ketebalan 0,75mm sampai 1mm. Sedangkan untuk reng, ketebalannya 0,40mm sampai 0,60mm dan tinggi profilnya mulai dari 70mm sampai 100mm.

Khusus untuk penutup atap genteng tanah liat, ketebalan ideal dan telah direkomendasikan oleh MAXIcad 0,70mm-0,75mm.

MAXIcad sendiri merupakan software analisa struktur kuda kuda yang diciptakan untuk profil KENCANA® TRUSS pada rangka atap. Bukan software sembarangan, MAXIcad yang telah direkomendasikan oleh HAKI (Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia).

Baca juga: Semua Baja Ringan Rawan Ambruk, Fakta atau Mitos?

Jarak Kuda Kuda

Ketebalan rangka atap baja ringan (kanal C dan reng) juga akan memengaruhi jarak kuda kuda. Semakin tebal bahan, maka kuda kuda dapat dibuat lebih renggang dari standar.

Ketentuan jarak kuda kuda juga berdasarkan bahan penutup atap yang digunakan. Jika menggunakan genteng tanah liat, maka jarak kuda kuda baja ringan antara 90cm sampai dengan 100cm.

Jarak Reng

Mungkin masih ada yang khawatir tentang ketangguhan kuda kuda baja ringan dalam menopang beban penutup atap genteng tanah liat. Terlebih, setelah kuda kuda dirakit, reng langsung dipasang di atasnya tanpa gording atau kasau.

Rangka Atap Baja Ringan (dok. PT Kencana Maju Bersama)
Rangka Atap Baja Ringan (dok. PT Kencana Maju Bersama)

Terkait hal tersebut, sebenarnya tidak perlu terlalu khawatir. Asalkan jarak reng tepat, maka kuda kuda akan mampu menopang genteng tanah liat. Dalam hal ini, ketentuan jarak antar reng jika menggunakan genteng tanah liat yang biasa dipakai antara 23 cm sampai 24 cm.

***

Berdasarkan ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa rangka atap baja ringan dengan genteng tanah liat bisa saja dipasangkan.

Meski begitu, teknik pemasangannya perlu diperhatikan, baik terkait ketebalan material rangka, jarak kuda kuda, serta jarak reng. Hal tersebut untuk meminimalisir risiko atap ambruk.

This Post Has 0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top