Dalam merancang atap bangunan, termasuk yang menggunakan material baja ringan, bukan hanya sekadar menghitung jarak kuda kuda hingga kebutuhan bahan. Perhitungan beban hidup maupun beban mati bangunan pun perlu diperhatikan.

Dengan menghitung beban hidup dan beban mati, artinya dapat dilihat beban maksimum yang mampu ditahan oleh bangunan.

Apa Itu Beban Hidup dan Beban Mati Bangunan?

Beban hidup (live load) adalah muatan yang pengaplikasianya hanya bersifat sementara, dapat berubah, serta dinamis. Misalnya saja seperti furnitur dan peralatan rumah lainnya.

Intensitas beban hidup bangunan beragam dan tergantung waktu penggunaannya. Jenis beban ini pun bisa didistribusikan dan mampu melibatkan getaran, benturan, hingga percepatan.

Sementara itu, beban mati (dead load)merupakan muatan yang sifatnya permanen atau statis. Kaitannya dengan berat struktur bangunan yang tetap diam dan konstan seiring berjalannya waktu.

Contoh dari beban mati bangunan ini seperti elemen struktural, partisi non-struktural permanen, plafon, dan masih banyak lagi. Adapun jenis beban ini dapat dihitung dengan melihat berat dari bahan dan volume yang sebelumnya sudah ditentukan.

Cara Menghitung Beban Hidup dan Beban Mati

Agar lebih memahami cara perhitungan kedua jenis beban tersebut, maka dapat menggunakan contoh seperti berikut.

  • Beban Mati

Atap baja ringan       = 45 N/m

Jarak gording             = 1,2 m

Maka, beban mati bangunan (QDL) adalah = beban atap x jarak gording = 45 x 1,2 = 54 N/m

  • Beban Hidup

Beban hidup dapat dibedakan akibat air hujan dan berdasarkan beban dari pekerja. Cara menghitungnya adalah:

  1. Akibat Air Hujan diperhitungkan setara dengan beban genangan air yang tebalnya 1 inch = 25 mm = 0,025 m

qhujan = 0,025 x 10 = 0,25 kN/m2

Jarak gording (s) = 1,2 m

Beban Air hujan (QLL) = qhujan x s x 103 = 0,25 x 1,2 x 1000 = 300 N/m

  1. Sementara itu, untuk beban hidup berdasarjan beban pekerja umumnya memiliki besar minimal 100 kg atau PLL = 1000 N.

***

Pada dasarnya, beban hidup maupun beban mati bangunan penting untuk diketahui, termasuk ketika merancang atap baja ringan. Tujuannya agar diketahui, berapa beban yang mampu ditopang suatu bangunan.

Terkait hal tersebut, cara menghitungnya memang dapat dilakukan secara manual. Namun, agar lebih akurat dan aman, perlu seorang ahli dalam menghitung kedua jenis beban termasuk yang berkaitan dengan atap.