KENCANA Group menghadirkan talk show bertajuk “Sehat Mental, Sehat Berkarya” pada 25 Juni 2026 di Gedung KENCANA, Surabaya. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari donor darah, sekaligus menjadi ruang bagi karyawan untuk lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah rutinitas kerja.
Talk show ini menghadirkan Linda Hartati, S.Psi, Psikolog sebagai narasumber. Dalam sesi tersebut, peserta diajak untuk lebih mengenali kondisi diri, memahami emosi, dan menyadari bahwa kesehatan mental memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sehari-hari.
Bukan hanya untuk mendukung produktivitas, kesehatan mental juga berperan dalam menjaga hubungan dengan keluarga, rekan kerja, dan lingkungan sekitar.
Mengenali Sinyal dari Tubuh dan Emosi
Dalam talk show ini, karyawan diajak untuk lebih peka terhadap sinyal yang muncul dari tubuh. Salah satunya adalah emosi yang dapat menimbulkan kelelahan fisik.
Ketika tubuh terasa sangat lelah, sulit tidur, atau pikiran terus terasa penuh, kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa terdapat emosi yang masih terpendam dalam diri.
“Emosi yang tidak diselesaikan lama-lama bisa berdampak pada fisik kita,” ujar Linda Hartati, S.Psi.
Kondisi fisik dan emosi juga saling berkaitan. Masalah emosi yang tidak diselesaikan dapat berdampak pada tubuh. Tanpa disadari, perasaan yang terus dipendam bisa terbawa ke alam bawah sadar dan memengaruhi cara seseorang merespons situasi tertentu.
Karena itu, penting untuk mulai bertanya pada diri sendiri. Apa yang sedang dirasakan? Apa yang membuat tubuh terasa lelah? Apakah ada masalah yang belum selesai?
Menyelesaikan Masalah dengan Lebih Bijaksana

Talk Show ‘Sehat Mental, Sehat Berkarya’ KENCANA Group
Salah satu pesan penting dalam talk show ini adalah pentingnya menyelesaikan masalah sampai tuntas. Masalah yang dibiarkan terlalu lama dapat berdampak pada diri sendiri, pekerjaan, maupun hubungan dengan orang-orang di sekitar.
“Semua emosi perlu dikenali, tetapi jangan mengambil keputusan saat emosi sedang memuncak,” ujar Linda Hartati, S.Psi, Psikolog.
Emosi seperti marah, sedih, kecewa, lelah, atau cemas adalah tanda bahwa ada sesuatu yang sedang terjadi dalam diri. Namun, cara merespons emosi tetap perlu diperhatikan. Saat emosi sedang tinggi, seseorang perlu mengambil jeda, menenangkan pikiran, lalu memahami penyebab emosi tersebut.
Beberapa langkah sederhana juga bisa dilakukan untuk membantu mengontrol diri, seperti mengatur napas, mengomunikasikan perasaan dengan cara yang tepat, menulis jurnal emosi, atau melakukan hobi yang menyenangkan.
Dengan cara tersebut, karyawan dapat belajar mengenali diri sendiri, mengelola emosi dengan lebih sehat, dan menyelesaikan masalah secara lebih bijaksana.
Baca juga: KENCANA Group Berbagi Harapan Lewat Aksi Donor Darah
Merawat Diri agar Bisa Berkarya Lebih Baik
Melalui talk show “Sehat Mental, Sehat Berkarya”, KENCANA Group ingin mengingatkan bahwa produktivitas tidak hanya dibangun dari kemampuan bekerja. Produktivitas juga membutuhkan kondisi diri yang sehat, baik secara fisik maupun mental.
Karyawan diajak untuk lebih peduli pada diri sendiri. Mulai dari mengenali emosi, mengambil jeda saat diperlukan, berani mengomunikasikan perasaan, hingga menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih sehat.
Dengan kesadaran tersebut, lingkungan kerja dapat menjadi ruang yang lebih positif, nyaman, dan saling mendukung.***