Amankah Baja Ringan Dipasang di Bata Ringan?

Penggunaan baja ringan untuk rangka atap maupun komponen bangunan lainnya semakin populer karena material ini tidak berat, kuat, dan tahan karat. Di sisi lain, bata ringan juga banyak dipilih sebagai material dinding karena praktis dan mempercepat proses pembangunan.

Mengingat keduanya sering digunakan pada konstruksi modern, muncul pertanyaan mengenai, “apakah baja ringan aman jika dipasang pada bangunan dengan dinding bata ringan?”.

Mengenal Bata Ringan dan Karakteristiknya

Bata ringan adalah material yang terbuat dari perpaduan semen, pasir, silika, batu kapur, air, gypsum, serta aluminium bubuk. Selanjutnya, bahan-bahan tersebut diawetkan dengan cara dipanaskan dan diberi tekanan tinggi.

Material yang juga dikenal dengan nama hebel ini bobotnya lebih ringan dibandingkan dengan bata ringan, dimensinya yang presisi, serta bisa mengurangi perusabahan suhu ruangan yang drastis.

Meskipun demikian, pemasangan bata ringan perlu dilakukan dengan cara yang tepat oleh tenaga ahli. Terutama jika akan dipadukan dengan material baja ringan.

Baja juga: Atap Rumah Tipe 45 Butuh Baja Ringan Berapa Batang?

Apakah Bata Ringan Menahan Beban Rangka Atap?

Dalam sistem konstruksi yang benar, bata ringan tidak berfungsi sebagai penahan beban utama rangka atap. Peran utama bata ringan hanyalah sebagai dinding pengisi (non-struktural).

Beban dari rangka atap baja ringan seharusnya disalurkan ke elemen struktur utama, yaitu kolom beton, balok beton, dan ring balok.

Di sinilah peran ring balok menjadi sangat krusial. Ring balok atau ring balk sendiri merupakan balok beton bertulang yang dipasang mengelilingi bagian atas dinding bangunan. Mengutip dari laman Archify, ring balk memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut:

  • Mengikat kolom dan dinding, sehingga beban yang bekerja pada struktur akan terdistribusi secara merata.
  • Menyeimbangkan beban guna mencegah terjadinya konsentrasi tegangan.
  • Memberikan kekakuan tambahan pada struktur, sehingga bangunan mampu menahan gaya horizontal atau gaya lateral seperti gempa maupun angin. Selain itu, lendutan atau puntiran dapat dicegah.
  • Mengurangi risiko retak rambut pada dinding, karena secara teknis ring balok akan menyerap sebagaian besar tegangan yang timbul dari perubahan dimensi dinding akibat faktor lingkungan.
  • Menyatukan seluruh komponen struktur menjadi satu sistem, sehingga kapasitas beban yang ditahan akan meningkat.
Proyek perumahan menggunakan Rangka Atap Baja Ringan KENCANA dan bata ringan

Proyek perumahan menggunakan Rangka Atap Baja Ringan KENCANA dan bata ringan

Jika bata ringan dikunci dengan ring balok, maka rangka atap baja ringan akan bertumpu pada struktur beton, bukan langsung pada bata ringan.

Baja Ringan Bisa Dipasang di Bata Ringan?

Kombinasi baja ringan dan bata ringan akan aman, asalkan menggunakan ring balok sesuai standar teknis, dengan tulangan besi yang cukup dan pengecoran dilakukan dengan baik.

Pemasangan rangka atap juga harus diikat ke ring balok menggunakan sistem pengikat yang sesuai, bukan hanya disekrup ke dinding bata ringan. Selain itu, desain rangka atap baja ringan harus sesuai dengan bentangan bangunan, jenis penutup atap, serta kondisi lingkungan.

Lebih dari itu, penggunaan baja ringan berkualitas juga penting. Baik berdasarkan ketebalan dan lapisan pelindung karat yang sesuai standar, ukuran presisi, serta kualitasnya sudah diakui dengan adanya Standar Nasional Indonesia.

Seperti Baja Ringan KENCANA, yang diproduksi dari bahan baku ber-SNI. Produk ini juga ber-TKDN, bahkan untuk profil rangka atap (Kanal C dan Reng Asimetris) telah memenuhi SNI 8399:2017. Tersedia di lebih 50 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, membuat Baja Ringan KENCANA akan mudah didapatkan.***