KENCANA berpartisipasi dalam Jawa Pos Property Week 2025 yang diselenggarakan mulai 16-19 Oktober 2025 di V Junction Mall, Ciputra World, Surabaya. Pada kesempatan ini, KENCANA memperkenalkan beragam produk unggulan dan inovasi terbarunya melalui kehadiran booth khusus yang menawarkan harga spesial. Tak hanya itu, KENCANA juga berbagi edukasi lewat talkshow bertajuk “Membangun Aman, Bukan Asal Berdiri: Kenali Kualitas, Teknologi, dan Tenaga Ahlinya”.
Kali ini, KENCANA berkolaborasi dengan Dr. Ir. Mudji Irmawan, M.T, seorang dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sekaligus pakar struktur bangunan yang sudah berpengalaman di bidang teknik sipil dan rekayasa struktur.
Talkshow ini menjadi ruang diskusi penting bagi para pelaku industri konstruksi, arsitek, kontraktor, hingga masyarakat umum yang ingin memahami lebih dalam tentang pentingnya keamanan dan kualitas dalam proses pembangunan.
Joint Jadi Salah Satu Kekuatan Bangunan

Dr. Ir. Mudji Irmawan, M.T menjelaskan tentang penting joint dalam talkshow
Menurut Mudji, salah satu hal penting dan sering terlupakan dalam pembangunan yaitu joint (sambungan) pada konstruksi. Khususnya antara balok dan kolom. Padahal berdasarkan SNI 2847:2019, joint tercantum di dalamnya, terutama dalam konteks struktur tahan gempa.
“Jadi sekali lagi, detail terhadap joint konstruksi itu menjadi perhatian utama kepada teman-teman yang sedang membangun rumah tinggal atau non rumah tinggal,” tegasnya saat sesi talkshow bersama KENCANA yang dipandu pihak Jawa Pos.
Bahkan kurangnya detail joint bisa menyebabkan retak pada dinding. Bukan karena dinding yang lemah, namun karena sambungannya bergerak. Akibatnya, biaya perbaikan pun akan bertambah.
“Itu juga terjadi di Al Khoziny (pondok pesantren di Sidoarjo yang ambruk beberapa waktu lalu). Setelah kami pelajari, joint-nya kurang bagus. Nah, gedung-gedung rumah tinggal itu kalau tidak perhatian joint-nya dipasang begitu saja, nanti pada waktu sudah difungsikan ada retak-retak pada dinding. Hal ini bukan karena dindingnya kurang kuat, tapi joint-nya yang gerak. Ini yang jadi masalah adalah biaya perbaikan akan mahal,” terang Mudji.
“Oleh sebab itu, saya bisa sarankan. Perhatikan dengan baik konstruksinya. Kalau konstruksinya kuat dan baik, pasti arsitekturalnya – finishing-nya lebih baik pula,” tambahnya.
Baca juga: Membangun dengan Bijak: Pentingnya Kualitas dan Keamanan dalam Setiap Konstruksi
Peran KENCANA dalam Membangun Konstruksi Aman

Jomes Steven Wattimena, Regional Manager PT Kencana Maju Bersama hadir di Jawa Pos Property Week 2025
Produksi kayu kini semakin langka, sehingga dunia konstruksi beralih ke material alternatif yang lebih awet dan mudah diaplikasikan. Salah satunya adalah baja ringan.
Mudji menjelaskan, baja biasa lebih berat dan mudah korosi. Sementara baja ringan memiliki banyak keunggulan, seperti tahan karat, lebih ringan, dan usia pakainya lebih panjang karena merupakan alloy antara besi dan aluminium. Material ini pun kini banyak dimanfaatkan untuk berbagai elemen bangunan, seperti kolom, balok, dan plat, sehingga praktis serta mendukung desain bangunan yang efisien.
Namun bukan hanya soal material berkualitas. Mudji menegaskan, pemasangan baja ringan harus dilakukan oleh aplikator yang berkompeten dan sesuai SOP.
“Karena baja ringan itu gampang untuk didorong-dorong – posisinya bisa dipaksa untuk posisi tertentu. Nah ini bahaya. Ada internal stress. Oleh sebab itu, perlu berhati-hati dalam pemasangannya,”sambungnya.
“Sekali lagi, untuk mendapatkan bangunan yang kokoh strukturnya, bukan arsitekturalnya. Materialnya harus bener-bener bagus, sambungannya bagus, dan ekonomis -mudah dikerjakan,” tegas Mudji.

Pembukaan Jawa Pos Property Week 2025
Terkait hal ini, KENCANA tidak hanya berkomitmen menyediakan produk berkualitas yang sesuai SNI dan ber-TKDN, tetapi juga menghadirkan fasilitas MAXIcad untuk membantu perhitungan struktur secara lebih akurat. Selain itu, KENCANA bekerja sama dengan Himpunan Aplikator Indonesia (HAPI) dalam memberikan pelatihan bagi para aplikator agar semakin terampil dan berkompeten.***