Film Foufo Angkat Potensi Lokal, KENCANA Hadir dalam Kolaborasi Kreatif

KENCANA turut hadir dalam kolaborasi kreatif bersama film Foufo. Film ini mengangkat nuansa lokal dan cerita yang dekat dengan Surabaya.

Dukungan ini menjadi bentuk apresiasi KENCANA terhadap karya kreatif yang melibatkan banyak potensi daerah.

Press conference film Foufo digelar pada 27 Juni 2026 di Gedung KENCANA, Surabaya. Kegiatan ini menjadi momen perdana pengenalan film Foufo di Surabaya.

Acara tersebut dihadiri oleh Bayu Skak selaku sutradara, para pemain, media, dan Key Opinion Leader (KOL) Surabaya.

Kedekatan Surabaya Utara Jadi Benang Merah Kolaborasi 

Sebagai brand yang juga tumbuh dan beroperasi di kawasan Surabaya Utara, KENCANA melihat adanya kedekatan nilai dengan film Foufo. Bukan hanya dari sisi lokasi, tetapi juga dari semangat untuk mengangkat cerita, karakter, dan potensi lokal ke ruang yang lebih luas. 

Film Foufo mengambil latar yang dekat dengan Surabaya Utara, kawasan yang juga menjadi bagian dari perjalanan KENCANA. Kedekatan ini membuat kolaborasi terasa lebih relevan, karena keduanya sama-sama membawa cerita tentang ruang, lingkungan, dan potensi lokal yang tumbuh dari Surabaya. 

Selain itu, film Foufo juga melibatkan banyak pemain lokal. Dengan sekitar 90% pemain berasal dari lokal, film ini menjadi ruang bagi wajah-wajah daerah untuk tampil dan berkarya di industri kreatif. 

“Kami membuka proses casting langsung di Kaza Mall Surabaya. Antusiasme warga Surabaya sangat besar, bahkan ada sekitar 2.500 peserta yang ikut berpartisipasi,” ujar Bayu Skak.

Bayu juga menjelaskan bahwa proses persiapan film berlangsung sekitar dua bulan. Para pemain menjalani karantina di Jakarta untuk membangun kedekatan, melakukan bonding, serta mengikuti proses reading sebelum produksi dimulai. 

“Proses dari film ini totalnya dua bulan, karena para pemain harus melakukan karantina di Jakarta untuk bonding dan reading,” imbuhnya.

Selain melibatkan banyak pemeran lokal, film ini juga mengambil sejumlah lokasi yang dekat dengan nuansa daerah. Beberapa lokasi yang menjadi latar dalam film ini di antaranya Kenjeran, Bulak Banteng, serta kawasan Bangkalan.

Baca juga: Tunjukkan Inovasi Terbaik, KENCANA Baja Ringan Hadir di IMPACT+ Yogyakarta 2026

Gedung KENCANA Jadi Ruang Kolaborasi Kreatif Film Foufo 

Cast Film Foufo Bersama Jajaran Direksi KENCANA 

Cast Film Foufo Bersama Jajaran Direksi KENCANA

Dalam press conference tersebut, film Foufo diperkenalkan sebagai karya yang membawa warna lokal dengan pendekatan cerita yang dekat dengan masyarakat. Tidak hanya membahas proses produksi, momen ini juga menjadi ruang bagi para pemain dan tim film untuk berbagi cerita tentang perjalanan kreatif di balik film Foufo. 

Film Foufo mengangkat kisah unik tentang Muslim, seorang pengepul rongsokan dari keluarga Madura yang sedang berusaha melunasi sisa biaya ibadah haji ibunya. Kehidupannya kemudian berubah ketika sosok alien hadir di tengah keluarganya. 

Film Foufo turut dibintangi oleh sejumlah nama, di antaranya Tretan Muslim, Habib Jafar, Ade “Bibier” Kurniyawan, Benidictus Siregar, Bambang Ceper, Siti Kam, Fuad Sasmita, Sangat Mahendra, Anggun Dwi, Ina Pogang, Rifqy Abdillah, Kiano, Hari Otong, Rizki Bibir, dan DJ Rara.

“Dalam film ini juga ada Baja Ringan KENCANA di dalamnya, tapi saya tidak mau kasih tahu lebih lanjut karena nanti jadinya spoiler. Mending langsung saja nonton filmnya di bioskop,” ungkap Bayu Skak. 

Sebagai bagian dari antusiasme menyambut film Foufo, KENCANA juga mengadakan giveaway tiket nonton bareng bersama dua pemain film Foufo. Cek lebih lanjut di akun Instagram @kencana.bajaringan. 

Melalui kolaborasi ini, KENCANA berharap film Foufo dapat menjadi salah satu karya yang ikut mengangkat potensi lokal, memperkenalkan cerita daerah, serta membuka ruang apresiasi yang lebih besar bagi insan kreatif Surabaya dan sekitarnya.***