KENCANA Group menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan melalui program tahunan bertajuk “KENCANA Go Green”. Seperti tahun-tahun sebelumnya, perusahaan baja ringan ini kembali melaksanakan kegiatan penanaman 1.000 pohon di kawasan Lereng Gunung Welirang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Acara yang digelar pada Sabtu, 1 November 2025 ini dibuka oleh Master of Ceremony (MC), lalu sambutan-sambutan baik dari pihak Grojogan Sewu, Perhutani, maupun KENCANA Group.
Sebagai awal dari puncak acara, penyerahan bibit pohon secara simbolis oleh pihak KENCANA kepada Perhutani dilakukan. Kemudian, bibit-bibit yang meliputi alpukat, jambu, sukun, matoa, nangka, hingga durian tersebut ditanam di area hutan dekat Kedai Lalie Djiwo yang menjadi lokasi seremonial kegiatan ini.

Serah terima bibit oleh pihak KENCANA
Bahkan berbeda dari dari tahun sebelumnya, serah terima “Greenhouse KENCANA” dilakukan sebagai salah satu wujud dari program CSR perusahaan.
CSR Greenhouse di KENCANA Go Green untuk Pembibitan Pohon yang Lebih Optimal
Greenhouse ini berfungsi sebagai sarana pembibitan pohon, guna melindungi tanaman dari cuaca ekstrem maupun hama dan penyakit tanaman, akibat kondisi iklim yang semakin tak menentu. Dengan begitu, proses pembibitan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan sebelum pohon siap ditanam di area hutan.
“Kami dari KENCANA sebagai industri baja ringan, juga mempunyai produk untuk membuat greenhouse dengan profil-profil yang memang kami desain khusus. Karena memang kondisi agrobisnis seperti saat sekarang banyak menggunakan greenhouse supaya untuk meningkatkan produktivitas dari hasil dari pertanian tersebut. Sehingga tidak 100% tergantung pada kondisi iklim yang saat ini sering kali susah diprediksi,” terang Henry Setiawan selaku CEO KENCANA Group di sela acara.

Henry Setiawan (kanan) dan pihak Grojogan Sewu Pecalukan (kiri) saat serah terima Greenhouse KENCANA
Profil baja ringan yang dimaksud tersebut di antaranya Kanal C dan Spring Clip. Keduanya diproduksi dari bahan berkualitas menggunakan mesin canggih dan sudah teruji, sehingga memiliki tingkat presisi tinggi. Produk-produk ini pun tahan karat, awet, dan aman saat digunakan untuk konstruksi greenhouse.
“Karena greenhouse ini sebetulnya adalah konstruksi ringan, yang mana tidak dibutuhkan kondisi struktur yang khusus. Cuma yang dibutuhkan di sini justru lebih kepada kecepatan pemasangan dan keawetan. Sehingga mereka mudah melakukan bongkar pasang ketika dibutuhkan untuk pemindahan tempat greenhouse tersebut,” tambah Henry.
Greenhouse yang dibangun di area Pecalukan, Prigen, Tretes ini merupakan proyek percontohan. Namun menurut Henry, kerjasama dengan industri pertanian juga dilakukan.

Greenhouse KENCANA
“Kalau dengan Perhutani, ini baru percontohan. Tapi kami akan berusaha untuk meningkatkan kebutuhan untuk hal tersebut. Tidak hanya dengan Perhutani, kami juga melakukan partisipasi dengan para stakeholder yang lain. Termasuk dengan industri agrobisnis, kami juga melakukan kerjasama-kerjasama di dalam pemenuhan kebutuhan untuk greenhouse tersebut,” ujarnya.
Baca juga: Membangun dengan Bijak: Pentingnya Kualitas dan Keamanan dalam Setiap Konstruksi
Komitmen KENCANA untuk Pelestarian Lingkungan di Tahun ke-5
Kolaborasi KENCANA dengan berbagai pihak, antara lain Perhutani, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Yayasan Grojogan Sewu, generasi muda, serta masyarakat sekitar ini telah terjalin lama. Hal ini menjadi wujud nyata bagaimana industri juga dapat berperan mendukung upaya pelestarian alam.
“Hari ini, kami melakukan kerjasama dengan Perhutani. Sekaligus ini adalah tahun ke-5 dimana kami melakukan penanaman pohon di daerah Pecalukan Prigen di Tretes,” jelas Henry.
“Kami memang mengharapkan bisa memberikan kontribusi kepada lingkungan sekitar. Bahwa di tengah kondisi cuaca iklim yang tidak menentu, kejadian bencana alam, tanah longsor, dan sebagainya, kami berharap bisa memberikan kontribusi kepada lingkungan di sekitar,” tegasnya.
Melalui program KENCANA Go Green, KENCANA Group berupaya menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan industri. Langkah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi dunia usaha lainnya untuk mengambil peran aktif dalam menjaga kelestarian bumi.***