Tumbuh dan Menguat Bersama, KENCANA Mantapkan Budaya Kerja Baru di Paruh Kedua 2025

KENCANA Group mulai menerapkan nilai-nilai budaya kerja baru dalam perusahaan  di tahun  2025, yaitu Integritas, Kualitas, Harmoni, Dinamis, dan Inovatif. Hal tersebut telah disosialisasikan melalui Kick Off Meeting bertajuk “New Hope, New Culture” pada awal tahun.

Sementara di paruh kedua 2025 ini, KENCANA Group menyelenggarakan semester meeting, masih bertajuk “New Hope, New Culture” namun dijembatani dengan “Rise Together, Grow Stronger.” Bukan sekadar jargon, kalimat ini merupakan ajakan nyata untuk tumbuh bersama, menguat bersama, dan meninggalkan cara kerja lama yang tak lagi relevan.

Dalam membangun budaya kerja yang sehat dan berkelanjutan, tidak ada jalan instan. Hal ini digambarkan dengan analogi menarik, seperti yang dijelaskan oleh Hari Dewanto, pemateri Semester Meeting tahun 2025 yang diselenggarakan awal Juli lalu.

“Intan itu pada dasarnya arang. Tapi arang yang dengan tekanan tinggi bertahun-tahun digosok dengan luar biasa menjadi batu mulia yang berharga sangat mahal. Maka kalau mau jadi karyawan, jangan mau karyawan instan. Mau jadi pejabat, direktur, jangan mau jadi pejabat-direktur instan. Karena itu gak long-lasting dan mudah. Jadilah pejabat-direktur intan,” jelas Hari.

Baca juga: Awas Salah Pilih! Begini Cara Membedakan Atap Baja Ringan Pasir yang Kualitasnya Terjamin

Perubahan budaya kerja bukan sesuatu yang bisa diukur dalam hitungan hari. Ia dibangun perlahan dari hal-hal kecil yang sederhana namun konsisten. Contohnya seperti saat dilakukan senam otak di kegiatan fun training.

“Jadi, gampangannya gini. Mau menunda kenikmatan dan menerima perubahan. Tidak harus menerima perubahan dengan sengsara. Tapi kalau kita gak menerima perubahan, pasti rasanya sengsara kan? Nah, perubahan itu bisa nikmat kalau kita mau. Kayak tadi kita dimulai dengan senam otak. Tidak ada hal yang sulit, yang ada cuma kita belum terbiasa,” tambahnya.

Menyapa rekan kerja, tersenyum, menanyakan apa yang bisa dibantu, adalah contoh kecil yang jika dilakukan terus menerus bisa membentuk karakter dan suasana kerja yang harmonis.

“Nah bagaimana supaya kita menjadi mudah? Biasakan. Bagaimana membiasakan? Mengulang hal-hal yang sederhana. Kita akhiri dengan menyapa, tersenyum, menanyakan apa yang bisa kita bantu, bukan apa yang bisa kita peroleh. Nah, dimulai dari hal yang kecil, sedikit demi sedikit pasti menjadi bukit. Perubahan gak harus langsung gede. Kecil kalau dia konsisten, insyaaAllah malah jadi long-lasting. Kadang gini, perubahan itu bisa establish kalau memulai sesuatu yang menyenangkan,” pungkas Hari.***