Plafon yang kuat dan rapi bukan hanya soal material. Sambungan yang tepat juga dapat mencegah komponen bangunan ini terhindar dari lendutan serta tidak mudah ambruk.
Sambungan hollow baja ringan terdiri dari beberapa pola atau bentuk yang perlu diketahui. Yuk kenali pola-pola tersebut dan fungsinya masing-masing!
Kenapa Sambungan Hollow Penting?
Fungsi hollow baja ringan pada konstruksi plafon sebagai rangka penopang. Sementara titik sambungan merupakan bagian yang paling sering menerima beban serta getaran.
Jika sambungan tidak presisi dan pemasangannya asal, maka plafon akan mudah goyang, melendut, bahkan berisiko roboh. Itulah mengapa, pemilihan sambungan yang tepat pantang dianggap sepele.
Baca juga: Kamus KENCANA: Apa Itu Kanal C, Reng, dan Hollow Baja Ringan?
Pola Sambungan pada Hollow
Penyambungan hollow baja ringan (4×4 atau 2×4), baik untuk plafon maupun kreasi lainnya memerlukan teknik pemotongan dan penguncian yang tepat agar struktur kuat dan rapi. Penguncian sambungan hollow yang telah dipotong dan ditekuk menggunakan paku rivet. Sementara itu, berikut bentuk sambungan pada hollow:
- Sambungan tumpang tindih (overlap)
Pola ini digunakan untuk menyambung dua hollow agar mendapatkan ukuran rangka yang lebih panjang. Biasanya digunakan sekrup baja ringan yang dipasang di kedua sisi, minimal dua sekrup di setiap sisi agar tidak mudah bergeser.
Sambungan overlap ini mudah diaplikasikan dan cocok diaplikasikan sebagai rangka pada plafon dengan bidang lebar.
- Sambungan T (T Joint)
Sambungan ini digunakan saat hollow dipasang tegak lurus membentuk huruf T, biasanya antara rangka utama dan pembagi pada plafon. Fungsinya untuk membagi beban secara merata serta menjaga kestabilan rangka plafon.
- Sambungan L (L Joint)
Sesuai dengan penyebutannya, sambungan hollow baja ringan ini membentuk sudut siku (90 derajat). Biasanya digunakan di bagian sudut ruangan serta tepi plafon, sambungan L yang kuat membantu plafon lebih presisi serta tidak mudah meleyot.
- Sambungan Silang (X)
Jenis sambungan ini digunakan ketika dua hollow saling menyilang. Umumnya, digunakan pada plafon dengan bentang lebar.
Sambungan X sendiri memiliki kelebihan, yaitu menambah kekuatan struktur serta mencegah rangka melendut di bagian tengah.
Tips Sambungan Hollow Baja Ringan Lebih Kuat

Bukan hanya penerapan sambungan yang tepat. Plafon yang tidak mudah “letoy” bisa didapatkan dengan berbagai cara. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:
- Penggunaan sekrup khusus baja ringan
- Jarak yang sesuai
- Menghindari sambungan yang terlalu banyak di satu titik
- Material hollow yang presisi dan sesuai standar
Bicara soal material, Hollow Baja Ringan KENCANA memiliki ukuran presisi serta #TidakTipuTipu. Bahkan, produksinya menggunakan Baja Lapis Aluminium Seng (BjLAS) yang telah memenuhi SNI 4096:2007/2019, sehingga memiliki kualitas yang terjamin.***