Benarkah Atap Asbes Aman Selama Tidak Pecah? Cek Faktanya

Atap asbes yang masih dalam kondisi baik dan tidak terganggu cenderung memiliki risiko pelepasan serat yang lebih rendah. Namun, kondisi tersebut tidak membuat atap sepenuhnya bebas risiko.

Seiring waktu, cuaca dan usia material dapat memicu pelapukan atau retakan. Aktivitas seperti membersihkan, mengebor, memotong, hingga merenovasi juga bisa mengganggu material dan melepaskan serat asbes ke udara.

World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa seluruh jenis asbes bersifat karsinogenik. Paparannya berkaitan dengan asbestosis, kanker paru, mesotelioma, dan gangguan kesehatan lainnya.

Jadi, apa yang terlihat aman belum tentu sepenuhnya bebas risiko. Yuk, cek mitos dan faktanya!

Mitos dan Fakta Seputar Atap Asbes 

Memahami mitos dan fakta membantu Anda mengenali risiko penggunaan asbes dengan lebih tepat.

Mitos 1: Atap asbes yang tidak pecah pasti aman
Fakta: Risiko pelepasan serat memang lebih rendah saat material masih utuh. Namun, pelapukan atau retak kecil tetap bisa membuat serat asbes terlepas.

Mitos 2: Serat asbes hanya keluar saat atap hancur
Fakta: Pengeboran, pemotongan, pengikisan, atau pembersihan secara kasar juga bisa mengganggu material dan melepaskan serat ke udara.

Mitos 3: Tidak ada keluhan berarti tidak ada risiko kesehatan
Fakta: Dampak paparan asbes tidak selalu muncul secara langsung. Beberapa penyakit, seperti asbestosis, kanker paru, dan mesotelioma, dapat berkembang bertahun-tahun setelah paparan.

Mitos 4: Membongkar atap asbes sendiri lebih praktis
Fakta: Pembongkaran tanpa prosedur yang tepat justru bisa menyebarkan serat asbes ke udara dan meningkatkan risiko terhirup.

Karena itu, pemilihan material sejak awal perlu mendapat perhatian agar bangunan tetap aman dan awet untuk penggunaan jangka panjang.

Mengapa Serat Asbes Perlu Diwaspadai?

Saat masih utuh, atap asbes cenderung melepaskan lebih sedikit serat. Kondisinya bisa berubah ketika usia material bertambah, terkena paparan cuaca terus-menerus, atau mulai mengalami retakan.

Pengeboran, pemotongan, pengikisan, dan pembongkaran juga bisa mengganggu permukaan material. Ketika hal itu terjadi, serat asbes berukuran sangat kecil dapat terlepas ke udara, terhirup, lalu masuk ke paru-paru.

Dalam Podcast Tidak Tipu-Tipu KENCANA di Spotify, dr. Oktiningsih, Sp.P, Konsultan Penyakit Paru dan Respirasi di RS Adi Husada, menjelaskan bahwa meski kasus akibat paparan asbes relatif sedikit, dampaknya dapat serius dan sulit disembuhkan. 

WHO juga menegaskan bahwa seluruh jenis asbes bersifat karsinogenik. Paparan serat asbes berkaitan dengan asbestosis, kanker paru, mesotelioma, serta gangguan lain pada sistem pernapasan.

Karena risikonya tersebut, jangan menangani material yang diduga mengandung asbes secara sembarangan. Untuk pembangunan baru, pemilihan atap tanpa asbes sejak awal juga layak menjadi pertimbangan untuk mendukung keamanan dan penggunaan jangka panjang.

Baca juga: Atap Asbes Bahaya? Ini Penggantinya Supaya Terhindar dari Asbestosis

Investasi Atap yang Aman dan Tahan Lama

Atap Gelombang Bulat KENCANA

Atap Gelombang Bulat KENCANA

Pemilihan material atap bukan hanya soal tampilan atau biaya awal. Keamanan, ketahanan terhadap cuaca, serta kebutuhan perawatan juga perlu masuk dalam pertimbangan untuk penggunaan jangka panjang.

Salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah Atap Gelombang Bulat KENCANA. Produk ini menghadirkan profil bergelombang yang menyerupai bentuk atap asbes, tetapi menggunakan material baja ringan dengan tampilan modern dan estetis.

Atap Gelombang Bulat KENCANA menggunakan lapisan Aluminium-Zinc yang membantu melindungi permukaan dari karat dan korosi. Produk ini juga telah memenuhi standar SNI 4096:2007 serta memiliki ketahanan terhadap beban angin untuk mendukung kebutuhan penutup atap.

Pada akhirnya, risiko asbes tidak hanya muncul ketika atap sudah pecah. Usia material, kondisi permukaan, serta cara penanganannya juga perlu mendapat perhatian sejak awal.

Butuh rekomendasi atap yang sesuai dengan kebutuhan bangunanmu? Yuk, tanya Mican lewat DM Instagram @kencana.bajaringan sekarang!***