Jangan Keliru! Ini Perbedaan Sekrup dan Baut Baja Ringan

Sekrup dan baut adalah komponen yang tidak bisa dipisahkan dari konstruksi baja ringan. Keduanya digunakan untuk mengencangkan maupun menyambungkan material tersebut. Meskipun demikian, sebenarnya sekrup dan baut baja ringan punya perbedaan.

Nah, dalam hal ini, penting untuk memahami perbedaan antara sekrup dan baut, untuk memastikan kekuatan, keamanan, serta ketahanan struktur bangunan.

Sekrup dan Baut Apa Bedanya?

Ilustrasi sekrup

Ilustrasi sekrup

Perbedaan paling mendasar antara sekrup dan baut terletak pada bagian ulirnya. Baut umumnya memiliki ulir yang tidak penuh (sebagian), dengan batang polos di bagian tertentu. Bagian polos ini bukan tanpa alasan, karena justru berfungsi untuk meningkatkan kekuatan geser (shear strength), sehingga baut lebih tahan terhadap tekanan dan tidak mudah bengkok.

Itulah kenapa, baut sering digunakan pada sambungan struktur yang membutuhkan daya tahan tinggi, seperti pada penggunaan baut roofing baja ringan yang terhubung dengan elemen beton atau struktur utama.

Sementara itu, sekrup hampir selalu memiliki ulir penuh hingga mendekati kepala. Ulir penuh ini memberikan daya cengkeram yang lebih kuat pada material, sehingga sangat cocok untuk aplikasi yang membutuhkan penguncian presisi dan tidak mudah lepas.

Peran Sekrup dalam Konstruksi Roofing Baja Ringan

Aplikasi SDS pada Atap Baja Ringan

Aplikasi SDS pada Atap Baja Ringan

Dalam sistem roofing baja ringan, sekrup memiliki peran yang sangat krusial. Sekrup digunakan untuk menyambungkan antar komponen baja ringan tanpa merusak lapisan pelindung Aluminium-Zinc yang berfungsi mencegah korosi.

Jenis sekrup yang paling umum digunakan adalah SDS (Self Drilling Screw), yaitu sekrup yang dapat mengebor sendiri tanpa perlu lubang awal. Hal ini membuat proses pemasangan menjadi lebih cepat dan efisien.

Baca juga: Apa Itu Furing Baja Ringan? Ternyata Fungsinya Krusial untuk Plafon

Peran Baut dalam Struktur Baja Ringan

Ilustrasi dynabolt

Ilustrasi dynabolt

Selain sekrup, baut juga tetap memiliki peran penting dalam konstruksi baja ringan, khususnya untuk sambungan yang membutuhkan kekuatan ekstra.

Salah satu jenis baut yang sering digunakan adalah dynabolt (bolt anchor). Baut ini berfungsi untuk mengikat struktur baja ringan ke balok beton atau dinding, sehingga keseluruhan rangka menjadi lebih kokoh dan stabil.

Dalam konteks roofing baja ringan, penggunaan baut roofing baja ringan seperti dynabolt sangat penting untuk memastikan rangka tidak bergeser atau terlepas akibat beban angin maupun getaran.

***

Pemilihan sekrup dan baut yang tepat memang penting. Namun, untuk mendapatkan konstruksi atap yang benar-benar kokoh dan tahan lama, ualitas material rangka dan penutup atap juga memegang peranan yang sangat penting.

Menggunakan rangka atap baja ringan dengan spesifikasi yang terjamin akan memberikan stabilitas tambahan pada keseluruhan struktur. Salah satunya adalah produk Rangka Atap Baja Ringan KENCANA yang telah memenuhi standar SNI 8399:2025 untuk ketebalan 0,65 mm, 0,70 mm, 0,75 mm, hingga 1,00 mm.

Selain itu, produk KENCANA juga telah memiliki sertifikasi TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri), yang menunjukkan komitmen terhadap kualitas sekaligus dukungan terhadap industri dalam negeri.

Dengan kombinasi pengencang yang tepat dan material berkualitas, konstruksi roofing baja ringan akan menjadi lebih kuat, aman, dan mampu bertahan dalam jangka panjang.