Baja ringan yang mengalami karat dapat menurunkan kekuatan struktur bangunan. Semakin lama diabaikan, kondisi ini berisiko memicu kerusakan hingga potensi ambruk. Tak heran jika kemunculan karat seringkali membuat banyak orang merasa khawatir.
Padahal, baja ringan dikenal sebagai material yang memiliki ketahanan terhadap korosi. Namun, ketahanan tersebut bisa berkurang jika terjadi kesalahan dalam penanganan maupun pemasangan.
-
Gesekan Saat Bongkar Muat

(Tangkap Layar YouTube/HERU WESI)
Proses bongkar muat yang dilakukan secara manual, seperti menarik material satu per satu, dapat menyebabkan gesekan antar baja ringan. Hal ini berpotensi menimbulkan goresan pada permukaan.
Goresan tersebut dapat merusak lapisan pelindung Aluminium-Zinc (coating), sehingga baja ringan menjadi lebih rentan terhadap karat.
Solusinya, gunakan alat bantu seperti crane untuk meminimalkan gesekan saat proses pemindahan material.
-
Penggunaan Alat Pemotong yang Tidak Tepat

Pemotongan baja ringan pakai gerinda
Pemilihan alat potong juga berpengaruh terhadap ketahanan baja ringan. Misalnya penggunaan mesin gerinda dapat merusak lapisan coating dan memicu korosi.
Jika hal ini sudah terlanjur terjadi, sebaiknya segera lakukan pelapisan ulang menggunakan cat anti-karat untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
-
Terkena Air atau Adonan Semen
Adonan semen yang menempel pada permukaan baja ringan dapat mempercepat timbulnya karat, terutama jika dibiarkan dalam waktu lama.
Sebaiknya hindari mengaplikasian semen secara langsung di atas rangka baja ringan, khususnya pada bagian genteng nok. Sebagai gantinya, gunakan lapisan kedap air sebagai pembatas.
Jika semen sudah terlanjur mengering, sebaiknya tidak dikelupas secara paksa karena dapat merusak lapisan coating.
Baca juga: Jangan Keliru! Ini Perbedaan Sekrup dan Baut Baja Ringan
-
Terpapar Larutan Asam
Larutan asam yang umumnya terdapat pada cairan pembersih lantai atau keramik bersifat reaktif terhadap logam. Kontak langsung dengan baja ringan dapat merusak lapisan pelindung dan mempercepat proses oksidasi.
Jadi, sebaiknya simpan baja ringan di tempat yang kering dan jauh dari bahan kimia bersifat asam.
-
Cara Penyimpanan Kurang Tepat

Baja ringan berkarat
Penyimpanan baja ringan tidak bisa dilakukan sembarangan agar tidak memicu munculnya karat. Bukan asal ditumpuk, berikut cara menyimpan baja ringan yang tepat.
- Simpan di tempat kering dan gunakan penyangga agar tidak bersentuhan langsung dengan tanah atau genangan air.
- Jika disimpan di area terbuka, susun dengan posisi sedikit miring dan gunakan alas penumpu.
- Tutup dengan terpal plastik untuk melindungi dari air hujan, namun tetap pastikan sirkulasi udara berjalan baik.
***
Tak cukup hanya dengan menghindari berbagai faktor di atas, pemilihan material yang tepat juga menjadi kunci utama.
Gunakan baja ringan berkualitas seperti Baja Ringan KENCANA yang telah dilengkapi lapisan Aluminium-Zinc (AZ) minimal 100 g/m², sehingga lebih tahan terhadap karat dan mampu memberikan perlindungan optimal bagi struktur bangunan.
Lebih dari itu, KENCANA juga menghadirkan baja ringan dengan lapisan AZ 150 dan AZ 200 yang cocok digunakan di area dengan tingkat korosi tinggi, seperti pabrik hingga tepi pantai.