Kualitas konstruksi baja ringan bergantung pada mutu material dan keterampilan aplikator saat memasang rangka sesuai standar teknis. Karena itu, aplikator perlu memahami karakteristik material dan menguasai teknik pemasangan yang tepat.
Untuk meningkatkan keterampilan tersebut, KENCANA bekerja sama dengan Disperkim Provinsi Sumatera Selatan, Himpunan Aplikator Indonesia (HAPI), Dinas PUPR Kota Lubuklinggau, dan Dinas PUPR Kabupaten Musi Rawas. Bersama para mitra, KENCANA menggelar pelatihan aplikasi rangka baja ringan yang diikuti 72 aplikator.
Selama pelatihan, peserta mempelajari karakteristik material melalui pembekalan teori dan praktik langsung. Mereka juga berlatih menerapkan teknik pemasangan baja ringan sesuai kebutuhan konstruksi.
Pentingnya Kompetensi Aplikator dalam Pemasangan Baja Ringan
Aplikator berperan penting dalam menentukan kualitas pemasangan baja ringan. Oleh karena itu, mereka perlu memahami karakteristik material, menguasai metode pemasangan, dan mengikuti ketentuan teknis agar setiap komponen berfungsi sesuai kebutuhan konstruksi.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, KENCANA mengadakan pelatihan teknis yang membahas kebutuhan dan tantangan aplikator di lapangan.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh kepada aplikator, mulai dari mengenal karakteristik material hingga memahami proses pemasangan yang sesuai standar. Produk yang berkualitas akan memberikan hasil terbaik ketika didukung oleh aplikasi yang tepat,” jelas Mohammad Alpador, Kepala Cabang KENCANA Palembang.
Peserta Pelajari Teknik Pemasangan melalui Praktik KR.12 KENCANA

Praktik Pelatihan Aplikasi Baja Ringan
Selain menerima pembekalan teori, peserta mempraktikkan pemasangan rangka baja ringan menggunakan atap KR.12 KENCANA. Mereka juga mempelajari karakteristik produk dan teknik pemasangan yang sesuai dengan kebutuhan konstruksi.
KR.12 KENCANA memiliki profil 12 gelombang dan lapisan pelindung Aluminium-Zinc (AZ) yang membantu melindungi material dari korosi.
Melalui praktik ini, peserta memahami cara memasang atap secara tepat. Dengan demikian, mereka dapat memperhatikan ketepatan pemasangan untuk mendukung performa atap secara optimal.
Sinergi KENCANA, Pemerintah Daerah, dan HAPI dalam Pelatihan Aplikator

Penyerahan Simbolik Cendera Mata
Disperkim Provinsi Sumatera Selatan menginisiasi pelatihan ini bersama KENCANA Palembang. Sementara itu, HAPI, Dinas PUPR Kota Lubuklinggau, dan Dinas PUPR Kabupaten Musi Rawas turut mendukung pelaksanaannya.
Sejumlah pejabat pemerintah daerah juga hadir untuk mendukung kegiatan ini. Mereka antara lain Sekretaris Daerah Kota Lubuklinggau Ir. H. Trisko Defriyansa, ST., M.Si., IPU., ASEAN Eng, APEC Er, serta Kepala UPTD Disperkim Provinsi Sumatera Selatan Ir. Muallimah Gustini, S.T., M.Si., IPM. Selain itu, perwakilan Dinas PUPR Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas turut menghadiri kegiatan tersebut.
Kolaborasi ini memperluas kesempatan bagi aplikator untuk mempelajari teknik pemasangan baja ringan. Dengan demikian, keterlibatan industri, organisasi profesi, dan pemerintah turut mendorong pengembangan keterampilan tenaga konstruksi.
Baca juga: Mengenal Istilah BMT dan TCT pada Ketebalan Baja Ringan
Komitmen KENCANA terhadap Pengembangan SDM Konstruksi
KENCANA berkontribusi terhadap industri konstruksi dengan menyediakan material berkualitas sekaligus mengedukasi tenaga aplikator. Selain menyediakan produk, KENCANA juga mendorong aplikator untuk terus mengasah keterampilan dan menerapkan teknik pemasangan sesuai standar teknis.
Ke depannya, KENCANA akan memperluas kerja sama dengan HAPI, Dinas PUPR, dan berbagai pihak terkait. Melalui langkah ini, KENCANA ingin memperkuat kompetensi aplikator sekaligus meningkatkan kualitas konstruksi baja ringan di Indonesia.
***
Ikuti Instagram @kencana.bajaringan untuk mengetahui informasi dan kegiatan KENCANA lainnya.





