Cocokkah Rangka Atap Baja Ringan dengan Genteng Tanah Liat?

Rangka atap baja ringan mulai populer digunakan bukan hanya karena kayu semakin sulit untuk diperoleh. Namun juga karena alasan efisiensi pemakaian material bangunan.

Sebab selama ini penggunakan kayu untuk rangka hanya didasarkan pada perkiraan maupun kebiasaan. Sehingga sering kali banyaknya material yang digunakan melebihi kebutuhan.

Berbeda dengan baja ringan yang diaplikasikan berdasarkan perhitungan yang akurat. Baik itu terkait struktur, bentang, ketinggian, kemiringan, kecepatan angin, termasuk beban atap.

Bicara soal beban atap, terkadang ada pertanyaan “apakah rangka atap baja ringan dengan genteng tanah liat cocok?”. Hal ini mengingat bobot rangka lebih ringan dibandingkan dengan material penutup atap. Karenanya, dikhawatirkan atap ambruk sewaktu-waktu, terutama saat musim penghujan.

Lantas, apakah memang genteng tanah liat bisa dipasangkan dengan baja ringan? Berikut ulasannya.

Ukuran Ketebalan Material

Masing-masing jenis penutup atap, ukuran dimensi ketebalannya tidak sama dan disesuaikan dengan bobot dari material genteng.

Bobot material penutup atap bisa dikatakan berbanding lurus dengan ketebalan rangka. Jadi, semakin besar bobot bahan genteng, maka rangka yang digunakan juga seharusnya semakin tebal. Begitu pun sebaliknya.

Umumnya, ukuran baja ringan untuk konstruksi atap memiliki ketebalan 0,75 mm sampai 1 mm. Sedangkan untuk reng, ketebalannya 0,40 mm sampai 0,60 mm dan tingi profilnya mulai dari 70 mm sampai 100 mm.

Jarak Kuda-kuda

Ketebalan material rangka atap (kanal C dan reng) juga akan memengaruhi jarak kuda-kuda. Semakin tebal bahan, artinya kuda-kuda dapat dibuat lebih renggang dari standar.

Ketentuan jarak kuda-kuda juga ditentukan dari bahan penutup atap yang digunakan. Jika menggunakan genteng tanah liat, maka jarak kuda-kuda minimal 1,2 meter dan maksimal 1,5 meter.

Jarak Reng

Mungkin masih banyak yang khawatir tentang ketangguhan kuda-kuda baja ringan dalam menopang beban penutup atap genteng tanah liat. Terlebih lagi, setelah kuda-kuda dirakit, reng langsung dipasang di atasnya tanpa gording atau kasau.

Dalam hal ini, sebenarnya tidak perlu terlalu khawatir. Asalkan jarak reng tepat, maka kuda-kuda akan mampu menopang genteng tanah liat. Adapun ketentuan jarak antar reng jika menggunakan genteng tanah liat adalah antara 23 cm sampai 24 cm.

Berdasarkan ulasan di atas, singkatnya rangka atap baja ringan dengan genteng tanah liat bisa saja dipasangkan. Namun, teknik pemasangannya perlu diperhatikan, baik dalam memeriksa ketebalan material, jarak kuda-kuda, hingga jarak reng. Tujuannya agar risiko atap ambruk dapat diminimalisir.