Bagaimana Cara Membedakan Baja Ringan yang Berkualitas dan Abal-abal?

Secara kasat mata, baja ringan berkualitas dan yang biasa-biasa saja nyaris tidak dapat dibedakan. Namun umumnya, baja ringan berkualitas tampak mengilap dan matte, serta kesan glossy atau kilaunya tidak berlebihan.

Cara membedakan baja ringan asli dan palsu memang perlu ketelitian khusus. Jika tips sebelumnya dirasa masih kurang, berikut ini trik lainnya dalam memilih baja ringan berkualitas.

Tegangan Tarikan

Tegangan tarikan dapat menjadi acuan ketika Anda memilih rangka atap bangunan. Umumnya, tegangan tarikan yang baik adalah 550 Mpa.  Jika kurang, akan berisiko baja ringan tidak kuat menahan beban atap.

Anda bisa membeli baja ringan G550. Dimana 550 merupakan nilai tegangan tarikan. Selain itu, patokan SAE grade juga dapat diterapkan. Dalam hal ini, SAE grade 980x merupakan baja ringan berkualitas.

Realitas Ketebalan Baja Ringan

Semakin besar atau tebal reng baja ringan dan kanal C, beban yang dapat ditopang juga semakin besar. Sebaliknya, jika ukuran kanal C kecil, maka kemampuannya untuk menanggung beban pun semakin kecil. Untuk itulah, sebelum membeli baja ringan, pastikan dulu realitas ketebalannya.

Ketebalan Lapisan Anti Korosi Baja Ringan

Setiap jenis baja ringan memiliki lapisan pelindung yang akan melindunginya dari korosi akibat cuaca maupun faktor lingkungan lain. Biasanya, Zinc (Galvanis) dan lapisan Alumunium Zinc (Galvalum) sering digunakan sebagai bahan pelapis.

Terkait hal tersebut, ketebalan bahan pelapis menjadi pertimbangan dalam memilih baja berkualitas. Dimana lapisan galvalum tidak boleh kurang dari 150 gram/m2. Sementara lapisan galvanis tidak boleh kurang dari 180 gram/m2.

Jika lapisan kurang dari nilai tersebut, maka risiko baja ringan yang Anda beli tidak dapat bertahan sesuai waktu yang diharapkan akan cukup tinggi.

Bracing System

Baja ringan memiliki tingkat fleksibilitas yang cukup baik. Namun, hal ini dapat menjadi keuntungan sekaligus krugian. Terlebih lagi jika tidak mendapatkan bracing atau penyangga yang tepat. Hal ini berisiko atap atau konstruksi apapun mudah roboh dan jatuh karena tegangannya rendah dan longgar.

Karenanya, dalam memilih baja ringan berkualitas, pastikan bracing yang dimilikinya juga memiliki kualitas sama bagusnya.

Itulah beberapa cara membedakan baja ringan berkualitas dan yang biasa-biasa saja. Selain tips di atas, Anda juga perlu mempertimbangkan baja ringan berstandar SNI, yang didistribusikan oleh Kencana Indonesia.