Tren pemakaian rangka atap baja ringan atau galvalum untuk rumah kini semakin berkembang. Terlebih lagi, sebagai pengganti kayu, material berlapis Alumunium 55%, Zinc 45%, serta komposisi lainnya ini kokoh, ringan, dan tahan karat.

Untuk memasang rangka atap dari bahan bangunan berkualitas ini, ada beberapa hal teknis yang perlu diperhatikan, seperti ulasan di bawah ini.

Mengenal Baja Ringan untuk Rangka Atap

Kendati ringan dan tipis, baja ringan memiliki derajat kekuatan tarik hingga 550 MPa. Material dengan tebal 0,4 mm sampai 1 mm ini dapat menopang penutup atap dengan didukung oleh elemen-elemen, seperti kuda-kuda, usuk/kasau, dan reng.

Rangka atapnya sendiri terdiri dari batang luar (chord) dan batang dalam (webs). Diketahui, struktur batang ini hanya memikul beban aksial.

Adapun jarak pemasangan antara kuda-kuda baja ringan ditentukan oleh jenis penutup atap, bentang kuda-kuda, serta beban lain yang ada di atasnya. Jika beban semakin berat, maka jarak kuda-kuda pun semakin pendek.

Tata Cara Pemasangan Baut

Pemasangan baut untuk struktur baja ringan tidak boleh sembarangan dan harus berdasarkan gambar kerja.

Alat yang digunakan untuk memasangnya adalah bor istrik dengan daya minimum 560 watt dengan kemampuan putar alat minimal 2.000 rpm.

Karena tipisnya baja ringan, Anda perlu menghindari terjadinya kerusakan saat memasang baut atau pun saat masa layan. Maka dari itu, untuk meminimalisir kesalahan tersebut, berikut tata cara pemasangan baut pada struktur baja ringan yang perlu diketahui.

  • Jarak antara baut paling tepi dan batang yang disambung minimal 2 kali diameter baut.
  • Jarak antar baut minimal 3 kali diameter baut.
  • Alat untuk memasang baut harus memiliki kecepatan 200 rpm sampai 250 rpm.
  • Posisi alat pemasangan baut harus tegak lurus dengan bidang. Selain itu, alat harus dihentikan jika baut sudah terpasang penuh.
  • Hindari memasang baut pada tiitk berat batang. Anda harus memasangnya di bagian tepi dengan posisi simetris antar sudut-sudut pertemuan antar batang.

Pada dasarnya, merakit rangka atap dari baja ringan tidak boleh sembarangan, termasuk dalam pemasangan baut. Karena pemasangan baut yang salah akan mengakibatkan batang baja ringan mengalami tekuk lokal dan mudah rusak.