Game ‘Floating in the Sea’ Jadi Sarana Latih Berpikir Kreatif dalam Training KENCANA Group

KENCANA Group menghadirkan pengalaman pembelajaran yang berbeda melalui simulasi permainan “The Floating in the Sea” dalam rangkaian pelatihan bertema “Sharpening Your Creative Thinking Skills”. Game ini menjadi salah satu komponen utama pelatihan yang berlangsung pada 26–27 November 2025 di Ayola Sunrise, Mojokerto.

Permainan ini dirancang untuk membantu peserta melatih pola pikir kreatif sekaligus mengasah kemampuan bekerja sama dan mengambil keputusan di situasi kritis keterampilan yang sangat penting bagi calon pemimpin kompeten.

Simulasi Bertahan Hidup yang Menguji Cara Berpikir

Peserta Training KENCANA Group

Peserta melakukan permainan

Dalam game ini, peserta dibayangkan sedang berada dalam perjalanan melintasi Samudra Pasifik menggunakan kapal laut. Tiba-tiba, muncul sumber api misterius yang merusak sebagian besar kapal dan mengakibatkan kapal perlahan tenggelam. Kondisi semakin sulit karena peralatan navigasi tidak berfungsi, sedangkan pulau terdekat berada sekitar 1.000 km jauhnya.

Di tengah situasi darurat ini, hanya tersedia 15 barang yang masih utuh, ditambah perahu karet serta beberapa barang kecil milik para penumpang seperti rokok, korek api, dan sedikit uang tunai. Tantangan peserta adalah menentukan prioritas barang paling penting hingga yang kurang penting untuk bertahan hidup.

Peserta diminta menentukan pilihan berdasarkan pendapat pribadi terlebih dahulu, lalu berdiskusi dalam kelompok hingga mencapai kesepakatan. Proses diskusi ini menjadi kunci, karena dari sinilah dinamika kepemimpinan, kemampuan berargumentasi, hingga cara mengelola konflik terlihat.

Kebebasan Berbicara dan Berpikir Kreatif dalam Kelompok

Sujatno T., Management Holding KENCANA Group sekaligus pemateri training, menjelaskan bahwa permainan ini dipilih karena dapat menggambarkan situasi nyata mengenai pengambilan keputusan dalam kondisi penuh tekanan.

Game ini sebenarnya menggambarkan kasus nyata tentang bagaimana menghadapi masalah ketika kita ‘terapung’ di situasi sulit. Para peserta diberi ruang bebas untuk menyampaikan pendapat, tanpa dibatasi jabatan atau masa kerja, agar mereka bisa berkreasi dan berpikir lebih kreatif,” ujar Sujatno.

Baca juga: KENCANA Group Mantapkan Transformasi Leadership Lewat Pelatihan ‘Sharpening Your Creative Thinking Skills’

Ia menambahkan bahwa meskipun diskusi dibuat bebas, peserta tetap harus bergerak dalam batas-batas persoalan yang telah ditentukan, sehingga kreativitas mereka diarahkan pada penyelesaian masalah, bukan sekadar berimajinasi.

Lebih dari sekadar permainan, simulasi ini mencerminkan realitas dinamika pekerjaan sehari-hari. Dalam dunia kerja, pegawai sering dihadapkan pada persoalan kompleks yang membutuhkan kerja sama, diskusi, dan keputusan berbasis analisis bersama.

“Yang dipelajari bukan hanya game-nya. Di pekerjaan, masalah pelik harus dipecahkan dengan diskusi dan pendekatan manajemen. Dari situ, muncul cara-cara dan pola pikir baru yang bisa dibawa ke dunia kerja,” tambah Sujatno.***